A New Chapter Has Begun… : Wedding Preparation

Niat nulis blog gue pasang-surut sekaliii. Kemarin-kemarin sempet semangat cerita liburan, terus udah bosen lagi ūüė¶ Akhirnya sekarang memantapkan diri untuk nulis cerita lain selain jalan-jalan berhubung there will be many interesting days to come…, yaitu tentang hari pernikahan gue enam bulan yang lalu! hahaha Yep, I’m a married lady now :p

The Engagement

Persiapan pernikahan kami lumayan singkat, sekitar empat bulan semenjak lamaran. Bahkan persiapan lamarannya lebih singkat lagi, hari Senin mendadak proposalnya, hari Rabu ke rumah buat melamar personal ke orangtua, dan Sabtu nya langsung lamaran resmi kedua keluarga. Kilat abisss… haha No fancy engagement ala-ala masa kini (untung masih sempat cari batik couple! haha), no engagement ring, no proper documentation,¬† yang penting isi acaranya adalah lamaran secara Islam.

 

6
Karena gak punya foto pakai engagement ring akhirnya waktu prewedding maksa minta difoto pose begini pake cincin buat akad nanti :”

 

Persiapan Finansial

Berhubung gue dan Suami sudah dekat dan bertumbuh bersama kurang lebih tiga tahun, jadi sebelumnya udah pernah ada pembicaraan personal soal nikah-menikah ini. Concern kami sih sebetulnya di masalah biaya haha We all know that nikah itu ga murah ya, dan sebisa mungkin kami gamau ngerepotin orangtua, apalagi pesta pernikahan gini kan gak wajib sifatnya biar keliatan dewasa haha. Makanya begitu punya gaji sendiri dua tahun lalu kami sepakat untuk nabung masing-masing untuk dana menikah nantinya. Entah kapan waktunya, entah beneran kami berjodoh atau nggak (untungnya jodoh hihi), tabungan khusus untuk biaya nikah ini kami rasa perlu dan memang terasa sekali manfaatnya.

Makanya begitu Suami dapat lampu hijau untuk menikah dari keluarganya, doi pede aja langsung ngelamar gue dan merencanakan pernikahan kami karena ya… secara finansial juga udah siap. Alhamdulillah pernikahan kami bisa diselenggarakan dengan 90% dana kami berdua, walaupun sederhana banget tapi rasanya pencapaian sekali buat anak kemarin sore kayak kami bisa bertanggungjawab sama pilihan kami sendiri ūüėÄ

Tips Ala-ala :

  1. Buat tabungan khusus dana nikah, baik untuk yang masih sendiri ataupun yang udah punya calon. Ada kepuasan tersendiri kalo bisa menggelar pernikahan dengan usaha berdua, percaya deh.
  2. Terbuka sama pasangan tentang kondisi keuangan dan sepakati proporsi pembagian dananya. Ini penting, jangan sampe salah satu pihak merasa keberatan atau jatoh miskin demi nikahan *lebay* Lagian kalo udah memutuskan untuk menikah kan harusnya udah senyaman itu ya, termasuk saling terbuka masalah finansial.
  3. Budgeting itu penting. Setelah tau berapa dana yang dipunya, alokasikan ke masing-masing pos, berapa budget dekorasi, budget untuk undangan, dll. Nah budget ini kemudian kita pakai sebagai dasar pencarian vendor. Secara kita pasti pengennya yang terbaik sedangkan dananya gak selalu mendukung kan. Misalnya budget undangan kita cuma Rp6000/pcs ya gak usahlah liat-liat undangan yang hardcover ya kan haha *ini mah gue*
  4. Jangan males survey harga. Apalagi sekarang udah ada internet gampang banget cari informasi vendor pernikahan, siapa tau ada promo atau ada vendor bagus dengan harga miring. Gue biasanya baca blog orang, cari vendor di instagram dan install aplikasi Bridestory.
  5. Terakhir, suka kelupaan tapi penting, pastikan buat pos pengeluaran sedetail mungkin. Karena yang sebenernya printilan ternyata kalo dijumlah lumayan juga nominalnya. Misalnya, honor petugas KUA, honor keamanan, parkir, dsb.

Pencarian Venue

Berhubung latar belakang gue adalah lahir di Subang tapi besar di Bekasi dan kerja di Jakarta, dan latar belakang Suami yang lahir dan besar di Bandung tapi sejak tiga tahun lalu sekeluarga udah pindah ke Jakarta, memilih di kota mana kita bakal menikah juga jadi pe-er tersendiri.

Sebagian besar teman, sahabat dan rekan kerja kami adanya di Bekasi dan Jakarta, sementara teman dan sahabat Suami banyak di Bandung, tapiii keluarga gue sekarang udah tinggal di Subang. Jadi pilihannya antara Bandung, Subang, atau Jakarta sekalian.

Akhirnya dengan banyak pertimbangan akhirnya kami memilih Subang sebagai tempat pernikahan kami. Subang jaman sekarang sangat affordable ditempuh dari Jakarta, Bekasi maupun Bandung. Bisa naik kereta ataupun mobil pribadi dengan berkendara 2.5 jam sajaa via Cipali (promosi kampung sendiri haha). Plusnya lagi, antrean gedung di Subang gak se-gila di Jakarta yang perlu booking satu tahun sebelumnyaa, walaupun pilihannya jadi sangat terbatas. Alhamdulillah kami berhasil dapat gedung yang letaknya strategis, kapasitasnya cukup dan sesuai budget.

 

Dekor 2
Dekorasi akad sederhana

 

bersambung…

 

Bye, Mazars!

IMG-20140430-WA0000

whatever you do and wherever you go, may all the happiest things happen to you, guys!

30 April 2014

Awalnya, begitu selesai wisuda dan dianggurin nunggu penempatan, magang adalah pilihan buat sebagian besar lulusan 2013 kemarin. Begitu juga gue. Diantara segitu banyak lulusan 2013, mayoritas magang di Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai auditor. Tapi engga demikian buat gue. Gue ga mau magang di KAP. titik.

Tapi pada akhirnya, life led me there. KAP Tjiendradjaja & Handoko Tomo atau PT Mazars sebagai Junior Auditor ihik. nah loh kemakan omongan sendiri kan 

Masih inget banget, hari pertama masuk kerja disana, 6 Januari 2014, bareng sama 20an anak STAN lainnya dan 3 anak vokasi UI, dianggurin seharian dan berlanjut dengan gabut sampe satu minggu berikutnya. Kemudian satu per satu dari kita udah mulai ketemu induk  manager masing-masing dan mulai disebar ke klien-klien. Ada yang di sekitaran Jakarta, ada yang dipinggiran Jakarta termasuk gue, dan ada juga yang bahkan sampe Sumatra dan Kalimantan, tapi ada juga yang cuma di kantor Senayan doang.

Selanjutnya, hari-hari kita diisi dengan audit audit audit. gajian. lembur lembur lembur. gajian. ngeprint ngeprint ngeprint. gajian.

dan sekarang, 30 April 2014, setelah empat bulan berlalu, adalah hari terakhir kita disini.

how time flies ..

Dibilang ngga berasa, boong banget, yakali ga berasa, ga inget apaaa sama lembur-lembur kemarin, sama GL segambreng, sama pp Bekasi-Bintaro yang hampir 6 jam tiap harinya selama hampir satu setengah bulan kemarin hah hah? ga nyantai. Tapi gue bersyukur untuk semua yang udah dialamin empat bulan kemarin. Alhamdulillah nambah ilmunya, nambah pengalamannya, nambah temen-temennya, nambah tabungannya  :3

Semales-malesnya gue kemarin selama kerja, seberapapun seringnya muncul keinginan buat resign dari sana, perpisahan begini pasti selalu bikin mellow hiks.

mazars team

Ms. Anne team for our dear boss birthday ūüėÄ work hard, play and eat even harder yeaaay!

Pasti bakal kangen sama tim; Ms. Anne, Ka Myako, Ka Sarah, dan yang lainnya. Kangen desek-desekan naik kereta pas berangkat bareng temen-temen. Kangen pulang bareng cowo-cowo Bintaro. Kangen makanan di sekitaran kantor. Kangen gaji dan OPE nya tapi ga kangen lembur-lemburnya hahaa

Dan yang paling pasti adalaah .. kangen juga sama cewe-cewe magangers itu. Partner makan siang yang dilanjut mabal makan eskrim di McD, partner ngegosip -dari mulai ngegosipin orang kantor sampe berita yang lagi hits-, partner ngebahas alat make up sampe joinan beli bareng, dan hal-ibu-ibu-banget lainnya, sampe saling bantu nyelesaiin kerjaan.

Terimakasih, Mazars dan seisinyaaa :))

Terakhir, salam dari cewe-cewe ketjeh magangers Mazars,

IMG-20140430-WA0004

kapan-kapan kita makan eskrim bareng lagi yah yah :”)

‘Til we meet again, Adios!