Paling Sedih Kalau…

Dalam tiap fase kehidupan *duilee* beda-beda faktor yang bisa bikin kita –gue– sedih. Pas jaman sekolah, paling sedih kalo nilai ulangan jelek. Pas jaman muda, paling sedih kalo putus atau berantem sama pacar. Pas gedean dikit, paling sedih kalo liat saldo ATM di akhir bulan ūüė¶

Nah kalo di fase gue sekarang setelah menikah, yang paling sedih adalah kalau…

Suami sakit :”””

Beda sama gue yang dikit-dikit pilek, flu, alergi dan lain-lain, Suami adalah tipe yang keliatannya selalu sehat-sehat aja, gak bisa diem, tidur bentar tapi udah seger lagi, kalo ada libur maunya jalan-jalan, pokoknya energinyaa ntah gimana gak ada capeknya.

Selama tujuh bulan menikah, baru dua kali Suami sakit yang mana berhasil bikin Istri drama queen nya ini sedih berurai air mata. Ngeliat orang yang biasanya aktif kesana kemari jadi lemas gitu rasanya patah hati ūüė¶

Pertama kali Pak Suami sakit sepertinya karena perubahan jam kerja yang biasanya teratur dari pagi sampe sore jadi kerja shift pagi/sore/malam dan badannya belom beradaptasi, alhasil Suami demam tinggi selama beberapa hari. Sedihnya lagi, Suami gapernah mau ke dokter ataupun minum obat, jadilah cuma bertumpu sama makan, minum air putih yang banyaak dan kompres hangat. Istri yang parnoan akhirnya baru berhasil ngebujuk Suami ke dokter setelah demam 5 hari *kalo typhus atau dbd gimana kaan* Alhamdulillah lusanya udah sembuh lagi.

Dan yang kedua adalah waktu staycation kami di hotel di Bandung beberapa hari lalu. Tengah malam, Suami ngeluh tidurnya gak nyenyak karena dadanya sakit dan mimpinya aneh-aneh :(( Kayanya Suami kecapekan karena emang sebelum cuss ke Bandung doi baru banget selesai pelatihan fisik di Halim selama dua hari full *I wouldn’t stand to imagine anything worse*. Istri manaaa yang gak patah hati ūüė¶ Semua penyakit dan skenario yang enggak-enggak kebayang di kepala, tapi gak bisa berbuat apa-apa juga, cuma bisa berderai-derai airmata, peluk Suami yang lagi tidur sambil doa, diem-diem googling semua nomor IGD di RS terdekat dan tahan ngantuk sampe hampir pagi karena takut ada apa-apa :(( Alhamdulillah paginya doi udah segar bugar lagi ngajak berenang dan lanjut kopdar sama temen-temen SMAnya. Alhamdulillah, yang penting sehat ya sayangg ūüėä

Setelah menikah rasanya jadi lebih menghargai kesehatan, baik diri sendiri ataupun pasangan. Mau gak mau jadi Istri bawel, berhubung Pak Suami ga kenal capek jadi gue kudu lebih sering ngingetin buat jaga kondisi dan tahan-tahan doi biar gak bablas kecapekan dan malah drop. Sabar-sabar ya Pak Suami, kalo dibawelin Istrinya teruuus. Demi kesehatan, demi bisa sama-sama terus jalan-jalan dan ngedampingin anak-anak sampe tua nanti. Aamiin ‚̧

image
Sehat teruuus Pak Suamii ūüôÜūüôÜūüôÜ

Surat 2 : Untuk seseorang-yang-entah-siapa-dan-entah-kapan-akan-bertemu

Untuk siapapun kamu, yang nama nya tertulis untukku dalam catatan kejadian-Nya.

Kita belum saling tau nama, belum pula saling bertemu muka. Anggap saja ini perkenalan pertama kita, dan mulai sekarang aku akan memanggilmu seseorang-yang-entah-siapa-dan-entah-kapan-akan-bertemu. Panjang ya? ;p

Apa yang biasanya kita harapkan pada perkenalan pertama? Kesan yang baik? Hm, mungkin tidak kali ini. Sebaliknya, aku akan menawarkanmu kekurangan ku.

Mungkin kamu mengharapkan seorang yang cantik dengan tubuh ideal. But unfortunately, I am not. Aku pendek. Aku tidak langsing -jangan pernah menyebutku gendut ya haha-. Aku hitam. Tidak suka memakai pakaian masa kini, berantakan. Dan aku tidak bisa berdandan, tentu saja haha

Mungkin kamu mengharapkan seorang yang lembut. Meski masih saja ada orang yang ‚Äėberbaik hati‚Äô menyebutku demikian, tapi sebenarnya tidak. Kata-kataku kasar. Bercandaanku seringkali menyakitkan. Aku lebih fasih ber¬†elo-gue¬†daripada ber¬†aku-kamu.¬†Bukan karena sok gaul, tentu saja, tapi begitulah lingkungan ku dibesarkan. Aku masih sering memaki saat marah, dan mungkin aku akan sering mencubitmu saat kesal hehe. Tentu saja kamu boleh -bahkan harus- memarahiku untuk itu.

Aku pencerita yang buruk, makanya aku lebih sering diam, atau menjawab lumayanatau ya begitulah jika kelak kamu bertanya bagaimana hari ku. Tapi jangan pernah bosan bertanya ya? Atau jika pun bercerita, ceritaku berantakan, tidak menarik, dan seringkali tidak penting. Tapi jangan bosan mendengarkan ya?

Mungkin kamu menginginkan seorang yang juga dekat dengan keluarga dan sahabat-sahabatmu. They mean so much to me, too. Tapi maaf, kemampuan sosialisasiku buruk. Aku pemalu. Aku introvert. Bertemu orang baru seringkali membuatku rasanya ingin punya jubah gaib saja haha. Aku akan berusaha, tentu saja, tapi mungkin akan butuh waktu. Jangan pernah meninggalkan aku di tengah-tengah mereka begitu saja ya, itu malah membuatku tidak tahu harus apa dan ingin menangis. Sebaliknya, tolong bantu aku dekat dengan mereka ya?

Aku bukan orang yang ekspresif. Aku tertutup sekali. Tapi jika kamu sedikit bersabar, aku akan membuka diriku kepadamu. Namun sekali lagi, butuh waktu. Jika waktu satu tahun belum bisa membuatku terbuka sepenuhnya padamu, maukah menunggu sedikit lebih lama?

Aku payah dalam hal mengungkapkan perasaan. Aku senang, aku sedih, aku marah, mungkin akan terlihat sama buat mu. Aku tidak pandai menunjukkan perhatian dan rasa sayang kepadamu nantinya. Tapi aku bisa memprioritaskan waktuku untukmu, bersabar menunggumu selesai dengan kesibukanmu di luar sana, menemani mu ke tempat-tempat yang kamu inginkan; bukankah itu juga cara menunjukkan rasa sayang?

Teman laki-laki ku banyak. Lebih banyak daripada yang perempuannya mungkin, tapi percayalah kamu tidak perlu cemburu. Mungkin kamu kadang merasa aku lebih terbuka pada mereka, tapi sebenarnya tidak. Kamu akan dan selalu jadi orang pertama yang aku cari saat aku senang maupun sedih. Mantan pacarku juga banyak maaf ya hiks tapi bahkan kami tidak pernah berkabar lagi, ya mungkin sesekali bertanya kabar basa-basi.

Aku pasif. Aku akan jarang berinisiatif mengajakmu pergi, bahkan untuk sekedar makan, apalagi untuk bepergian jauh. Mengapa? Selain karena aku tidak tahu banyak tempat makan enak dan tempat-tempat cantik, jadi aku tidak tau harus mengajakmu kemana, biar aku beritahu satu rahasia… aku takut ditolak haha. Jika ditolak bisa membuatku sedih. Sensitif sekali ya? Payah memang. Tapi jangan pernah jengah mengajakku  ya?

Aku bukan berasal dari keluarga terpandang. Agamaku juga belum baik, baru sebatas sejuntai kerudung tipis dengan akhlak yang berantakan. 

Aku pendiam. Membosankan. Tidak lucu. Kaku. Tidak berbakat mencairkan suasana. Hidupku tidak menarik, suka sekali tidur. Aku tidak bisa lari. Aku phobia olahraga. Tidak bisa main musik. Jangan pernah memaksaku karaoke ya, aku lebih memilih pindah planet daripada disuruh bernyanyi haha 

Aku tidak bisa memasak. Tapi untuk yang satu ini, aku berjanji, jika kita bertemu nanti, aku sudah bisa. Jadi boleh tahu, apa makanan favorit mu? ūüėČ

p.s

Setelah begitu banyak kekurangan yang aku tawarkan, setelah begitu besar usaha dan kesabaran yang harus kamu berikan nantinya, masih mau kah kamu menjadi seseorang-yang-entah-siapa-dan-entah-kapan-akan-bertemu ku ?

I don’t know how she does it . .

Salah satu hobi gue buat ngisi waktu luang adalah blogwalking. Agak beda mungkin sama blog-blog yang suka dikunjungin sama cewe-cewe sebaya gue, yang biasanya blog tentang fashion, gue lebih suka baca blog bertemakan keluarga.

Blog-blog yang sering gue baca ditulis sama blogger-blogger dengan latarbelakang yang beda-beda. Ada yang stay-at-home-mom atau ibu rumah tangga, ada juga yangworking-mom. Ada yang tinggal Indonesia, ataupun orang Indo yang ada di luar negeri. Dan beneranlah, every mother really has their own struggle. Salut sama mereka.

Salah satu blog yang rutin gue buka adalah miliknya tante Sondang. Beliau ternyata alumni kampus yang sama dengan gue, yang juga lulusan sarjana UI dan yang demi keluarganya memilih buat ambil beasiswa S2 di ITB aja, padahal dia diterima beasiswa di LN; working-mom dengan tiga anak, dan lagi menjalani LDM (Long distance marriage) Jakarta-Bandung. (resiko PNS Kemenkeu nih ihik)
Tante Sondang ini keren banget menurut gue. Dengan LDM nya, Beliau sekarang tinggal di Jakarta, berdua doang sama anaknya yang masih balita, dan tiap weekend harus balik ke Bandung. Kebayang repotnya kan? Dan di post yang ini, Beliau ternyata tiap weekend itu bikin makanan untuk suami dan 2 anaknya di Bandung untuk 5 hari ke depan selama dia ga ada di rumah, lengkap dengan snack nya, macam roti, puding, muffin, dan banyak lagi. I don’t know how she does it ..

Gue jadi keinget sama Ibu. Walaupun udah berhenti kerja sejak gue awal SMP, Ibu dulunya adalah working-mom yang kantornya di Jakarta Utara, terus pindah ke Bogor, sementara rumah kami di Bekasi. Jarak kantor yang masyaallah jauhnya itu bikin Ibu harus berangkat dari rumah jam 4/setengah 5an pagi. Senin-Sabtu. Hebatnya adalah, meskipun harus berangkat kerja sepagi itu, Ibu selalu sempet buat masak untuk sarapan sekaligus makan siang sekaligus makan malam kami. Selalu, literally. Seinget gue gapernah kami makan makanan luar, warteg misalnya, selama Ibu kerja.

Bukan cuma itu. Ibu adalah orang yang strict sekali masalah belajar. Setengah delapan malem gue harus duduk di meja buat belajar. Dan Ibu, yang biasanya baru sampai rumah selepas Maghrib, atau Isya, atau bahkan lebih, selalu nemenin gue belajar. Masalah pelajaran sekolah, gue cuma percaya sama Ibu. Kalo ada pelajaran susah dan Ibu kebetulan pulang lebih malam, gue bela-belain nunggu Ibu. Ayah yang suka nyoba ngajarin aja gue cuekin tuh haha

Jaman SD dulu kan banyak tugas prakarya tuh dan gue selalu mengandalkan Ibu buat bantu bikin. Kalau kebetulan pulang lebih malam dari biasanya, seringkali gue ketiduran nunggu Ibu pulang demi bisa dibantuin bikin prakarya itu, dan kalo udah begitu, gue selalu ended-up terbangun pagi harinya dengan prakarya yang udah selesai dibuat, tentu saja oleh Ibu. I don’t know how she does it. .

Temen-temen yang kebetulan nge-gap¬†gue waktu baca-baca blog keluarga begini pasti komentar: ‚Äúwah gilaa lu ndah, udah pengen cepet-cepet nikah sama punya anak ya? haha‚ÄĚ.¬†But¬†I bet they‚Äôre wrong. Justru gue merasa, semakin gue baca, semakin gue merasa masih jauh dari siap dan masih banyak hal yang harus gue pelajari sebelum naik ke tahap itu. Mau dikasih makan apa seseorang-yang-entah-siapa-dan-entah-kapan-akan-bertemu dan anak-anak gue nanti, sementara sekarang ini gue cuma bisa masak mie sama sayur sop yang seringkali keasinan? Mau jadi apa rumah gue kelak kalo beresin kamar aja jarang-jarang begini?

Selalu ada pilihan, dalam menjadi apapun, mau jadi yang luar biasa, atau mau jadi yang biasa-biasa aja. Jadi mau pilih jadi yang mana, Ndah?

p.s

ditulis sebagai pengingat dan semangat untuk memperbaiki diri

Getting Started

wohooo

Akhirnyaaa, memutuskan buat bikin blog muahaha

setelah micro blogging di plurk sama mini blogging di tumblr  yang dua-duanya di set-to-private

X : kenapaa nulis di internet kalo ujung-ujungnya di private hah hah?

Y : ya gapapa dong, I write to express kok, not to impress people

bilang aja tulisannya jelek jadi gamau diliat orang ihik

awalnyaa hobi banget blog-walking, kemudian jadi pengen juga punya blog sendirii, kayanya asik punya “mesin waktu” yang suatu saat pasti menyenangkan untuk dibaca lagi.

tapi sebagai orang yang termasuk susaah buat nuangin yang ada di otak ke tulisan, jadinya susaaah banget buat konsisten nulis. kebanyakan stuck nyaa ihik

terus kenapa kekeuh bikin blog-blogan ginii kalo mau nulis aja susaah hah?

ya sebagai pengingat aja sih, suatu saat, kalo kangen masa muda *naon* tinggal buka blog ini kan kan. dan semoga anak-anak aku nanti juga bisa baca kalo duluu mamah mereka yang keren ini pernah ngapain ajaa hihi *jauh beneeer mikirnya*

well, semoga blog ini ga terbengkalai deh ya aamiin

So, let’s get it started ..

cheers *\(^,^)/*