Japan Bucketlist Trip (5) : Kulineran di Negeri Sakura

We’re not really into Japanese food, tapi ya sesekali suka juga cari makanan Jepang yang lagi hype, demi biar ga penasaran aja. Berhubung lagi di kampungnya langsung, tentu aja agenda berburu makanan Jepang ga kami lewatkan.

Seperti diketahui, barrier buat kami sebagai Muslim untuk bisa makan makanan di Jepang kapan saja dimana saja adalah ke-halal-annya. Tenang aja, hampir semua jenis makanan Jepang ada kok resto halal nya, cuma gak banyak jadi kita harus banyak cari info.

Ramen

Resto dengan ramen halal yang kami dapet infonya adalah Naritaya Halal Ramen. Di Tokyo, Naritaya Halal Ramen bisa dijumpai di Asakusa. Sayangnya, walaupun kita sampai empat malam nginep di daerah Asakusa, gak sekalipun kita berhasil makan disana. *sad*

Tapi gak jadi sad. Soalnya ternyata Naritaya Halal Ramen ada juga di Kyoto *yeaaay* Jadi sengaja banget tuh kita cari-cari kedainya itu, lewat gang-gang kecil, agak susah ditemuin tapi untung ada google maps andalanque~

Naritaya Halal Ramen, Kyoto, ada di daerah Gion. Kedainya kecil, kapasitasnya gak sampai 20 orang. Menunya sendiri terdiri dari beberapa jenis. Ada ramen berkuah ataupun nggak. Harganya standar resto Jepang sana, rata-rata 1000 yen per porsi.

Untuk rasanya sendiri lumayan. Gak sampe enak banget sih menurut gue. Atau karena ramen yang dijual di Indonesia udah disesuaikan sama lidah lokal kali ya? Kayanya udah kebanyakan mecin nih lidah gue disini hahaha

Oya, selang beberapa kedai dari Naritaya Halal Ramen, Gion, ada satu resto halal lainnya yang menyediakan yakiniku, Naritaya Halal Yakiniku. Kami sih ga sempat makan disana karena harganya buuuk, diatas 2000 yen saja per porsi *menatap nanar dompet*

Sushi

Makanan Jepang yang enaknya tiada tanding adalah… sushiiiiiii. Pokoknya kami bertekad kudu. makan. sushi. di Jepang. titik.

Tapi kami gabisa sembarangan makan sushi disana karena kebanyakan kecap asinnya gak halal huhu Untungnya dihari-hari terakhir kami di Tokyo kami berhasil nemu satu resto sushi yang menyediakan kecap asin yang bersertifikat halal. *cheers *rejekianaksoleh

Resto ini bernama Uobei Sushi, di Shibuya. Begitu sampai disana, duh antre aja dong panjang… Begitu giliran kami, kami langsung diantar ke bangku yang kosong dan bisa langsung pesan sushinya sendiri via touchscreen yang telah disediakan. Begitu pesanan selesai, syuuuuu~ sushi yang kita pesan pun meluncur dengan moving tray tepat ke hadapan kita. Oya, jangan lupa pesan juga kecap halalnya ya, gratissss.

Pilihan sushinya beragam sekali. Ada dessert juga. The best part is… harganya murah dan enak cuy! Mayoritas seharga 100 yen saja per plate. *joget* Berhubung udah hari-hari terakhir alias duit menipis, jadi budget kami sekitar 1000 yen aja berdua. Dengan uang segitu kami bisa dapat 7 plate sushi dan satu porsi eskrim. Really worth every penny~

Takoyaki

Not really a fan of takoyaki, tapi Suami sukaaak banget. Takoyaki disana beda sekali sama disini yang banyakan tepungnya, disana potongan guritanya berasa banget. Ntaps.

Selama di Jepang kami beberapa kali makan takoyaki ini. Dua kali di Mang-mang streetfood, dan satu kali di Museum Takoyaki, USJ, Osaka. Harga takoyaki di streetfood sekitar 500 yen isi delapan, sedangkan di Museum Takoyaki, USJ malah lebih murah lagi. Endeeees sekalee.

Udon

Akhirnya ku menemukanmu… Udon halal :” Kami yang waktu itu luntang-lantung di Airport dan kelaperan akhirnya browsing makanan halal di Narita Airport Teminal 2 dan menemukan outlet udon halal, Kineyamugimaru ini. Banyak pilihan menu yang tersedia dan harganya pun terjangkau mulai dari 400-an yen satu porsi.

Kami berdua pesan semangkok udon dengan tambahan kulit tahu. Banyak juga pilihan side dish yang bisa kita pilih, seperti tempura, katsu, atau onigiri.

Tempat makannya sendiri sangat nyaman, view nya juga bagus kita bisa melihat pesawat diluar airport. Jangan lupa sisa peralatan makan yang selesai kita gunakan dikembalikan lagi ya ke spot yang sudah disediakan.

Rice Bowl

Kalo abis explore terus kelaperan, biasanya outlet-outlet yang menjual rice bowl seperti Sukiya atau Yoshinoya paling sering kita kunjungi. Selain ada dimana-mana dan enak, harganya pun terjangkau, mulai dari 330 yen per porsi. Tentu aja setelah kita browsing dulu yaa untuk referensi kehalalannya. Ada beberapa menu yang mengandung pork, tapi kami siasati dengan pesan menu beef aja.

Di akhir perjalanan kami, saat kelaperan di Narita Airport, kami nemu satu outlet Yoshinoya. Uniknya, daftar menu di outlet tersebut terdapat gambar ilustrasi bahan pembuatnya. Misalnya, menu yang mengandung beef ada gambar sapi nya, sedangkan menu yang mengandung pork ada gambar babinya, dsb. Kami legaaa banget menu beef yang kami pesan selama ini gak mengandung babi, padahal menu vegetariannya ternyata mengandung babi :O Sayangnya, semua menu disana terdapat simbol alkohol 😦 Cuma berhubung kami baru tau dan ada pendapat yang bilang gapapa selama ga memabukkan, ya ikhlasin aja deh ya :”” Semoga kita semua jadi bisa lebih berhati-hati.

Streetfood

Di Jepang, streetfoodnya menggoda sekaliii :3 Cuma ya harganya itu lhooo, minimal 500 yen atau sekitar 50 ribu rupiah *cry* Tapi rasanya enak-enak bangeet. Kami sempet nyobain takoyaki di dua tempat, king crab (ini paling endeees, gede banget kepitingnyaa), Taiyaki (kue bentuk ikan khas Jepang), dan lain-lain.

Ice cream

Kalo lagi ke Kawaguchiko, jangan lupa cobain soft ice creamnya yaaa. Lumayan buat foto-foto lucu berlatar eskrim dan Gunung Fuji, walaupun kudu kuat menggigil makan eskrim di udara sedingin ituu haha

Dan kunjungan kami ke Tottori semakin lengkaap dengan mampir ke Conan Cafe. Lihat-lihat merchandise dan beli Conan Gelato yang yummy sekalii. Bahkan cup gelatonya sampe dibawa pulang dong sama Suamik :”p

Tips&Trick

Selama perjalanan kami di Jepang, ada beberapa hal yang kami lakuin buat mensiasati kehalalan dan kemahalan makanan di Jepang sana..

-bawa abon, energen, kering kentang, cemilan, mie instan dan popmie, lumayan untuk sarapan beberapa hari pertama.

-bawa bon cabe dan saos sambal, karena bahkan di KFC nya disana gak ada saos sambal.

-bawa selai roti atau nutella, karena harga roti tawar disana murah  cuma 100-an yen.

-supaya murah, kami juga suka makan dengan beli satu atau dua onigiri di Lawson ditambah katsu, totalnya gak sampe 500 yen sekali makan dan lumayan kenyang.

-ada juga makanan di Lawson yang tinggal dihangatkan, harganya sekitar 500 yen juga, tapi selalu ingat buat cek ingredients nya.

Selamat berburu kuliner Jepang halal guysss!

-foto menyusul

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Akhirnya datang juga ..

Semenjak punya tempat tinggal (baca: kontrakan) cuma berdua sama Suami dan lagi nabung banget biar segera punya rumah sendiri (Aamiin please?), kepo instagram sama pinterest tentang home ideas jadi rutinitas sehari-hari saat main socmed. Seneng ya ngebayanginnya kalo punya rumah minimalis, rapi, nuansa ivory atau natural kayu, dengan sedikit sentuhan shabby chic gitu. Hati rasanya hangat.

Salah satu akun instagram yang ratjun banget soal furniture yang gemay-gemay adalah ifurnholic. Pas banget furniture disana sesuai sama nuansa rumah (masa depan) yang gue mau, walaupun ada rupa ada harga yah, harganya ga bisa dibilang murah.

Salah satu item favorit gue dan udah ngidam bangeeet untuk beli adalah meja TV ini. Lucuuu ya? Ngelihatnya bikin pengen senyam-senyum sendiri. Tapiii dilema masih tinggal di kontrakan adalah, sayang buat beli-beli barang karena toh tujuan akhirnya bakalan pindah juga. Alhasil, waktu minta approval Suami, dia agak keberatan. Tapi akhirnya setelah dia nya oke, malah jadi gue yang ga pede haha Akhirnya gagal syudah si rak TV Macaroon lucuk ini nangkring di rumah 😦

18382070_210937436069085_4619997505994620928_n
Si gemaaas Maccaroon by ifurnholic

Sampai akhirnya, gue berjodoh juga sama ifurnholic ini. Ceritanya, Suami gue punya banyaak sekali jaket yang dipake bergantian tiap hari. Jadi kebayang dong banyak jaket digantung dimana-mana dan cukup ganggu pemandangan di kontrakan mungil kami. Jadi gue merasa butuh sesuatu yang bisa menggantung jaket-jaket Suami dengan rapi, dan gampang pula diambil-ditaruh ketika mau dipake atau digantung kembali, jadi lemari dengan pintu is not an option. Sampai akhirnya gue menemukan ini…

18513441_799860873511168_738723439925264384_n
Hangerholic 2 by ifurnholic

Kyaaa, perfect kaan. Pas untuk gantung-gantung jaket Suami yang banyak itu, masih bisa simpan sepatu dibawahnya, dan enaak pula dilihat. Ukurannya pun ga seberapa besar jadi masih aman kalo nanti pindahan. Harganya  690 ribu plus ongkir 100 ribu.

Setelah ditunggu-tunggu sekitar dua minggu, akhirnya paket Hangerholic ini pun dateng dengan packing kardus yang rapi dan aman. Mudah banget dipasang, gak perlu obeng bahkan karena sudah disediakan alatnya. Alhamdulillah yaaa.. Overall puas sekali sama ifurnholic dan makin semangat nabung buat rumah impian kami nantiii. Insyaallah.