Surat 2 : Untuk seseorang-yang-entah-siapa-dan-entah-kapan-akan-bertemu

Untuk siapapun kamu, yang nama nya tertulis untukku dalam catatan kejadian-Nya.

Kita belum saling tau nama, belum pula saling bertemu muka. Anggap saja ini perkenalan pertama kita, dan mulai sekarang aku akan memanggilmu seseorang-yang-entah-siapa-dan-entah-kapan-akan-bertemu. Panjang ya? ;p

Apa yang biasanya kita harapkan pada perkenalan pertama? Kesan yang baik? Hm, mungkin tidak kali ini. Sebaliknya, aku akan menawarkanmu kekurangan ku.

Mungkin kamu mengharapkan seorang yang cantik dengan tubuh ideal. But unfortunately, I am not. Aku pendek. Aku tidak langsing -jangan pernah menyebutku gendut ya haha-. Aku hitam. Tidak suka memakai pakaian masa kini, berantakan. Dan aku tidak bisa berdandan, tentu saja haha

Mungkin kamu mengharapkan seorang yang lembut. Meski masih saja ada orang yang ‘berbaik hati’ menyebutku demikian, tapi sebenarnya tidak. Kata-kataku kasar. Bercandaanku seringkali menyakitkan. Aku lebih fasih ber elo-gue daripada ber aku-kamu. Bukan karena sok gaul, tentu saja, tapi begitulah lingkungan ku dibesarkan. Aku masih sering memaki saat marah, dan mungkin aku akan sering mencubitmu saat kesal hehe. Tentu saja kamu boleh -bahkan harus- memarahiku untuk itu.

Aku pencerita yang buruk, makanya aku lebih sering diam, atau menjawab lumayanatau ya begitulah jika kelak kamu bertanya bagaimana hari ku. Tapi jangan pernah bosan bertanya ya? Atau jika pun bercerita, ceritaku berantakan, tidak menarik, dan seringkali tidak penting. Tapi jangan bosan mendengarkan ya?

Mungkin kamu menginginkan seorang yang juga dekat dengan keluarga dan sahabat-sahabatmu. They mean so much to me, too. Tapi maaf, kemampuan sosialisasiku buruk. Aku pemalu. Aku introvert. Bertemu orang baru seringkali membuatku rasanya ingin punya jubah gaib saja haha. Aku akan berusaha, tentu saja, tapi mungkin akan butuh waktu. Jangan pernah meninggalkan aku di tengah-tengah mereka begitu saja ya, itu malah membuatku tidak tahu harus apa dan ingin menangis. Sebaliknya, tolong bantu aku dekat dengan mereka ya?

Aku bukan orang yang ekspresif. Aku tertutup sekali. Tapi jika kamu sedikit bersabar, aku akan membuka diriku kepadamu. Namun sekali lagi, butuh waktu. Jika waktu satu tahun belum bisa membuatku terbuka sepenuhnya padamu, maukah menunggu sedikit lebih lama?

Aku payah dalam hal mengungkapkan perasaan. Aku senang, aku sedih, aku marah, mungkin akan terlihat sama buat mu. Aku tidak pandai menunjukkan perhatian dan rasa sayang kepadamu nantinya. Tapi aku bisa memprioritaskan waktuku untukmu, bersabar menunggumu selesai dengan kesibukanmu di luar sana, menemani mu ke tempat-tempat yang kamu inginkan; bukankah itu juga cara menunjukkan rasa sayang?

Teman laki-laki ku banyak. Lebih banyak daripada yang perempuannya mungkin, tapi percayalah kamu tidak perlu cemburu. Mungkin kamu kadang merasa aku lebih terbuka pada mereka, tapi sebenarnya tidak. Kamu akan dan selalu jadi orang pertama yang aku cari saat aku senang maupun sedih. Mantan pacarku juga banyak maaf ya hiks tapi bahkan kami tidak pernah berkabar lagi, ya mungkin sesekali bertanya kabar basa-basi.

Aku pasif. Aku akan jarang berinisiatif mengajakmu pergi, bahkan untuk sekedar makan, apalagi untuk bepergian jauh. Mengapa? Selain karena aku tidak tahu banyak tempat makan enak dan tempat-tempat cantik, jadi aku tidak tau harus mengajakmu kemana, biar aku beritahu satu rahasia… aku takut ditolak haha. Jika ditolak bisa membuatku sedih. Sensitif sekali ya? Payah memang. Tapi jangan pernah jengah mengajakku  ya?

Aku bukan berasal dari keluarga terpandang. Agamaku juga belum baik, baru sebatas sejuntai kerudung tipis dengan akhlak yang berantakan. 

Aku pendiam. Membosankan. Tidak lucu. Kaku. Tidak berbakat mencairkan suasana. Hidupku tidak menarik, suka sekali tidur. Aku tidak bisa lari. Aku phobia olahraga. Tidak bisa main musik. Jangan pernah memaksaku karaoke ya, aku lebih memilih pindah planet daripada disuruh bernyanyi haha 

Aku tidak bisa memasak. Tapi untuk yang satu ini, aku berjanji, jika kita bertemu nanti, aku sudah bisa. Jadi boleh tahu, apa makanan favorit mu? 😉

p.s

Setelah begitu banyak kekurangan yang aku tawarkan, setelah begitu besar usaha dan kesabaran yang harus kamu berikan nantinya, masih mau kah kamu menjadi seseorang-yang-entah-siapa-dan-entah-kapan-akan-bertemu ku ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s